Sudah lama kami tidak berjalan-jalan berdua bersama, me and my big brother, sudah beberapa tahun lamanya. Malam ini ku nikmati kebersamaan ini dengan berjalan-jalan ke Ulu Watu dan Jimbaran.
Sepanjang perjalanan dari Denpasar sampai Jimbaran kami berbincang-bincang, tentang pekerjaan kami masing-masing. Ku pandangi wajahnya, aku hampir lupa wajah dan suaranya. Ku sadari, aku rindu pada nya. Aku rindu panggilan Adik dari mulutnya... aku rindu memanggilnya Mas.
Ah sudahlah suasana haru ini cukup sampai disini. Ada kisah darinya yang membuatku tertawa terbahak-bahak, kisah tentang sulitnya merubah kebiasaan, begini kisahnya;
Sebuah apartemen terbakar, di lantai 5 seorang ibu dan bayinya terjebak tidak dapat turun. syukur mereka dapat muncul di balkon dan berteriak teriak kepada petugas pemadam kebakaran. Tangga dijulurkan, tapi sayang tidak sampai! semua kebingungan. lalu datanglah seorang pemuda, dia berkata, "Saya bisa bantu Ibu itu, saya seorang Kiper Sepak bola, saya bisa menangkap bayi itu, saya profesional."
Semua orang mengandalkannya, "Bersiaplah bu, hitung sampai tiga dan jatuhkan bayinya, saya akan menangkapnya seperti bola dilapangan, saya profesional!"
Lalu sang ibu mulai berhitung... 1.. 2.. ti....ga! bayi dilemparkan...melayang dan bergoyang-goyang. Sang kiper bersiap, sangat profesional, bayi itu datang dengan cepat kearah sang kiper, dan Hoop! tertangkap! sedetik kemudian dengan gaya yang pasti tangan kanannya melebar, tetap memegang bayi, lalu Hoop! lengannya jauh membuang ke arah depan, sangat profesional, "Save!" katanya keras, dan sekarang bayi itu melayang terbang... menuju garis tengah, diberikan kepada pemain belakang...
Hahaha sangat profesional! But this is a different situation bro! ini bukan lagi maen bola, yang ditangan itu bayi bukan bola bundar.
Merubah kebiasaan memang susah, tetapi kalau tidak dirubah... hati hati akan ada orang yang terluka karenanya! hahahahaha